Aku adalah manusia yang lemah
Aku mengenal sebuah isyarat yang tidak sederhana dalam dirimu. Satu waktu aku mendengar seseorang bersenandung elegi. Ia meminta tuk tidak disakiti. Ia merebahkan diri dalam pelukmu, berharap nestapa tak mendera dirinya.
Manusia memang pandai menciptakan segala teka-teki dalam dunianya. Kerap kali menyalahkan tiap-tiap pertanyaan yang ada--karena tak mampu menemukan jawaban. Mereka sering kali menyalahkan jam dinding yang terus berjalan cepat, karena langkah mereka lambat. Aku salah seorang di antara manusia itu.
Manusia terkadang tak mampu membedakan antara bayangan dengan dirinya sendiri. Seringnya mereka selalu marah, bahkan hampir gila ketika bayang diri dalam cermin retak tidak kembali utuh. Terdapat merah dan biru lebam dalam selasar kalbunya yang berdebu.
Dunia di mana anomali dan segala hasrat bersatu padu pada panggung teater. Ketika manusia disiksa dengan berbagai peristiwa dalam susunan prolog hingga epilog--yang akan terasa jika kau sudi mendengarnya dengan takzim.
Setiap manusia adalah tempat dari segala kerumitan yang ada. Kau memilih mengunci dirimu dan dicumbu ketidakwarasanmu, sedang aku selalu mengutuk waktu karena tak mampu meyakinkan dirimu.