Damai

Saat kau memutuskan untuk pergi, aku seakan tenggelam jauh hingga ke dasar lautan dalam.

Di antara kesunyian dan kelamnya keadaan, kau tak kunjung kembali menyelamatkan aku yang dilanda kesesakkan hati.

Hingga akhirnya aku mengerti, bahwa satu-satunya yang dapat kulakukan untuk tiba ke permukaan, bukan dengan mengharapkan, namun dengan mengikhlaskan—membiarkan napas cinta atas perasaan terhadapmu habis, mengapung dan terombang-ambing tak keruan, untuk kemudian berlabuh pada sebuah pulau tanpa ada lagi tentang kita, dan jika aku pulih sebelum bertemu dengan seseorang yang baru, aku akan menemukannya di pulau itu, namun jika aku begitu lemah untuk bangkit kembali, biarlah aku ditemukan oleh seseorang yang dapat menyembuhkan.