Postingan

Aku adalah manusia yang lemah

Aku mengenal sebuah isyarat yang tidak sederhana dalam dirimu. Satu waktu aku mendengar seseorang bersenandung elegi. Ia meminta tuk tidak disakiti. Ia merebahkan diri dalam pelukmu, berharap nestapa tak mendera dirinya. Manusia memang pandai menciptakan segala teka-teki dalam dunianya. Kerap kali menyalahkan tiap-tiap pertanyaan yang ada--karena tak mampu menemukan jawaban. Mereka sering kali menyalahkan jam dinding yang terus berjalan cepat, karena langkah mereka lambat. Aku salah seorang di antara manusia itu. Manusia terkadang tak mampu membedakan antara bayangan dengan dirinya sendiri. Seringnya mereka selalu marah, bahkan hampir gila ketika bayang diri dalam cermin retak tidak kembali utuh. Terdapat merah dan biru lebam dalam selasar kalbunya yang berdebu. Dunia di mana anomali dan segala hasrat bersatu padu pada panggung teater. Ketika manusia disiksa dengan berbagai peristiwa dalam susunan prolog hingga epilog--yang akan terasa jika kau sudi mendengarnya dengan takzim. Setiap m...

Damai

Saat kau memutuskan untuk pergi, aku seakan tenggelam jauh hingga ke dasar lautan dalam. Di antara kesunyian dan kelamnya keadaan, kau tak kunjung kembali menyelamatkan aku yang dilanda kesesakkan hati. Hingga akhirnya aku mengerti, bahwa satu-satunya yang dapat kulakukan untuk tiba ke permukaan, bukan dengan mengharapkan, namun dengan mengikhlaskan—membiarkan napas cinta atas perasaan terhadapmu habis, mengapung dan terombang-ambing tak keruan, untuk kemudian berlabuh pada sebuah pulau tanpa ada lagi tentang kita, dan jika aku pulih sebelum bertemu dengan seseorang yang baru, aku akan menemukannya di pulau itu, namun jika aku begitu lemah untuk bangkit kembali, biarlah aku ditemukan oleh seseorang yang dapat menyembuhkan.

Jatuh yang paling bodoh.

Ketika aku mencoba melupakanmu, aku malah mengingatmu lebih banyak. Berkali-kali lebih sering kamu hadir di rumah yang semestinya tidak lagi dengan mudah terbuka untuk yang bukan pemiliknya lagi. Entah rumahnya yang kurang ajar atau kamu yang tidak terpelajar; tanpa permisi duduk di ruang yang habis kubersihkan dari puing-puing tentangmu. Memasang senyum di wajah yang pernah membuatku candu, kamu benar-benar tidak tahu malu. Dan aku, dengan perasaan sialan ini yang kembali luluh hanya dengan menatap matamu yang sayu. Ini jatuh paling bodoh yang aku lakukan; Kembali pada kisah yang akhirnya akan selalu aku yang ditinggalkan.